Bergabung Sekarang!
Frutablend Produk HWI
  Rabu, 27 September 2017
  77 user(s) online
HOME | KONTAK | FAQ | PENDAFTARAN MEMBER | MEMBER LOGIN

HOTLINE SPONSOR
Jamaludin
Jamaludin
Jamaludin
telpon sms whatsapp
08170809074 & 081291277350
bbm
PIN:5A76777E
 
PRODUK
Frutablend
hwi dot Gicafe
hwi dot Soyess
CMP
3Green
Nesv
Glucella
Maca United
Calsea Bone
MrPro
3Miracles
Nu-Smile
Prime Skin Serum
Pupuk TG2
Prime-V Sabun HWI
WMP
Chocona
Dtozym
hwi dot Prime Skin Lotion
hwi dot ORDER PRODUK
 
BISNIS
hwi dot Presentasi Bisnis
hwi dot Keunggulan kami
hwi dot Marketing Plan
hwi dot Kisah Sukses
hwi dot Cara Bergabung
 
BERITA
 
• KARAKTER

Karakter adalah jumlah keseluruhan dari nilai-nilai, keyakinan, dan kepribadian seseorang. Karakter tercermin pada perilaku kita dan dalam tindakan-tindakan kita. Karakter merupakan kombinasi dari ketulusan, sifat tidak mementingkan diri, pengertian, pendirian, keberanian, loyalitas dan rasa hormat.

Pembentukan karakter dibentuk sejak bayi dan berlanjut hingga kematian. Karakter tidak membutuhkan kesuksesan, karena karakter itu sendiri adalah kesuksesan. Seperti tukang kebUn yang harus selalu menyiangi rumput-rumput liar agar tidak memakan tumbuhan lain di kebun kita, kita juga harus terus membentuk dan mengembangkan karakter kita dengan selalu menyiangi kesalahan-kesalahan kita. Sering kali seorang pemimpin dilihat, dinilai, atau dihormati karena posisi atau jabatannya, atau dapat pula dari suara public. Padahal sesungguhnya itu semua tidaklah ada artinya jika dibandingkan dengan sifat-sifat atau nilai-nilai yang ada pada dirinya, yang tidak lain adalah karakternya. Karakterlah yang akan memegang peranan penting dalam proses seseorang menjalankan tugasnya sebagai pemimpin.

Berikut ini adalah contoh-contoh karakter positif yang harus kita kembangkan, yaitu :

• Berani bertanggung jawab

• Selalu rendah hati

• Berdisiplin

• Mempunyai komitmen yang tinggi

• Progresif, selalu bergerak maju

• Tidak egois

• Bekerja keras

• Mau memaafkan

• Mempunyai keyakinan

• Bisa bekerja sama

·      



• www.hwionline.com

Web ini adalah Web Resmi DC B-102 Koja Baru Jakarta Utara dan Team dibawah naungan Team Koja, merupakan media informasi dan belanja online untuk produk-produk dari HWI. Sebelumnya HWI Online sudah eksis dalam dunia maya melalui situs blog, merambah ke media jejaring social Facebook. Dan kini HWI Online hadir dalam media website yang lebih representative dalam penyajian informasi seputar produk-produk HWI. HWI Online yang dijalankan oleh Distributor Resmi HWI dengan identitas DC KOJA BARU [B-102]. Dalam waktu dekat DC KOJA BARU akan segera merealisasikan integrasi pendistribusian produk-produk HWI ke para pelanggannya, dengan mekanisme pengiriman paket JNE yang akan menjadi bagian dari aktivitas bisnis HWI Online. Dengan integrasi ini diharapkan proses pendistribusian atau pengiriman pesanan dapat dilakukan pada 1 atap. HWI Online melayani pengiriman (Dropsip-dropsip) semua distributor resmi PT. Health Wealth International ke seluruh wilayah Republik Indonesia (dalam jangkauan layanan JNE)




• ANDA ADALAH APA YANG ANDA KATAKAN

Dr. Masaru Emoto, seorang peneliti dari Jepang, telah melakukan penelitian-penelitian dan penemuan tentang hubungan antara pikiran dan materi dengan menggunakan kristal-kristal air. Dengan menggunakan mikroskop yang sangat kuat dan teknik pemotretan berkecepatan tinggi di ruangan yang sangat dingin, ia memotret kristal-kristal air yang beku. Ia menemukan bahwa kristal-kristal berubah ketika pikiran-pikiran yang spesifik dan terpusat diarahkan kepada mereka. Misalnya, ketika ia menyajikan kata-kata (tertulis atau diucapkan) dan musik yang indah, maka ia mengamati bahwa air berkembang ke dalam pola-pola yang kompleks dan indah serta berwarna-warni seperti serpihan salju. Tetapi apabila air yang dipaparkan terhadap pikiran yang berenergi rendah, misalnya emosi negatif, seperti takut, marah, atau benci maka ia memiliki pola-pola yang berwarna buram dan tidak simetris. Dari penelitian ini dan penelitian serupa lainnya, menjadi mudah dibayangkan, bagaimana kata-kata dan pikiran bisa berdampak sama pada tubuh manusia, karena 70 % dari tubuh kita adalah air, sebagaimana bumi itu sendiri.

Dengan demikian apa saja yang sering anda pikirkan dan ucapkan, maka alam semesta, lingkungan anda akan secara langsung ataupun tidak langsung meresponsnya. Jika anda berpikir negatif, sering berkata-kata negatif, maka alampun akan merespons negatif, seperti anda mengalami suatu peristiwa atau kejadian yang negatif; orang-orang menjadi negatif terhadap anda dan seterusnya. Jika memang demikian, mengapa tidak kita gunakan pola ini untuk kita beripikir yang baik, berpikir selalu positif, berkata-kata baik, mengucapkan hal-hal atau pernyataan yang positif, agar hasil yang kita dapatkan menjadi positif, sehingga nasib kitapun menjadi lebih positif.

Saat ini anda sudah berada dalam bisnis HWI, ingatlah bahwa prestasi anda akan seperti apa di HWI untuk satu tahun, dua tahun atau tiga tahun mendatang, ini akan banyak dipengaruhi oleh apa yang sering anda pikirkan tentang bisnis HWI anda. Oleh karena itu, jika anda sungguh-sungguh mencintai bisnis HWI ini, anda sungguh-sungguh menginginkan kesuksesan dan kebahagiaan yang luar biasa di HWI, maka setiap saat, setiap waktu dimanapun anda berada tetaplah konsisten untuk TETAP BERPIKIR BAIK, BERKATA BAIK, BERTINDAK BAIK, sehingga akan menjadikan NASIB ANDA BAIK di HWI, karena Anda Adalah Apa yang Anda Pikirkan dan Katakan.

TETAP POSITIF, TETAP SEMANGAT, TETAP LUAR BIASA !!



• Sukses adalah Sebuah Pilihan!!
Sukses adalah dambaan setiap orang. Tidak ada satu orangpun yang menginginkan kegagalan dalah hidupnya. Untuk mencapai prestasi kesuksesan dalam hidup Anda maka terlebih dahulu Anda harus mempunyai tujuan hidup (goal setting). Tidak adanya tujuan hidup dalam diri Anda akan menyebabkan diri Anda pasif menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda dan biasanya hidup Anda akan menjadi sangat membosankan/tidak menggairahkan.

• Jangan Pernah Berhenti!
Sejumlah sejarahwan yakin, bahwa pidato Winston Churchill yang paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : 'never give up' (jangan pernah berhenti).

 
AKTIFASI
NEW MEMBER
  margaretha ismiyati
No.Dist : 1997622
Jakarta Utara


  Khodijatus Sholihah ST
No.Dist : 1905687
Bangkalan


  adno
No.Dist : 1961232
asdasd


  Siti Jumroh
No.Dist : 1901122
Jakarta Utara


  Aleeka Shop
No.Dist : 1907788
Nganjuk


  Aleeka Shop
No.Dist : 1908833
Nganjuk


  RASMONO
No.Dist : 1900014
MEDAN


  Juma\\\'ani
No.Dist : 1905863
tanjung priok


  Satria
No.Dist : 1980001
Jakarta Utara


  Agus Suyitno
No.Dist : 1989000
Jakarta Utara



REGISTRASI
NEW MEMBER
 
  stoer
No.Dist :
Badung


  Muh Yamin
No.Dist :
solo


  Teguh riyadi
No.Dist :
Kebumen


  asef irama
No.Dist :
bandar lampung


  khodijatus sholihah,ST
No.Dist :
bangkalan



 
STATISTIK
 
hwi Member Upgrade : 259
hwi Member Free : 5
hwi Total Member : 264
hwi Visit :  58567
 
Message BOX
 
 
toko online hwi

webreplika hwi gratis

dropship hwi

hwi travel insentiv

bonus hwi thailand

point reward hwi

bonus mobil hwi




 

 
Jangan Pernah Berhenti!

Sejumlah sejarahwan yakin, bahwa pidato Winston Churchill yang paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : 'never give up' (jangan pernah berhenti).

Sejenak saya merasa ini biasa-biasa saja. Tetapi ketika ada orang yang bertanya ke saya, bagaimana saya bisa berpresentasi di depan publik dengan cara yang demikian menguasai, saya teringat lagi pidato Churchill ini.

Banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya, saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan minder. Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya dihina, dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal 'T' yang tidak pernah lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat orang tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah canggih yang tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.

Tidak bisa tidur beberapa minggu, stres atau jatuh sakit, itu sudah biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja menjadi dosen di tempat saya mengajar.

Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan yang mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara, hampir dibunuh, disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti berjuang.

Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap ulet untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak kesempurnaan hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama berulang-ulang, hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang membuat batu berlobang. Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang, dan dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar yang berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut, jutaan hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.

Di satu kesempatan di awal Juni 1999, sambil menemani istri dan anak-anak, saya sempat makan malam di salah satu restoran di depan hotel Hyatt Sanur Bali. Yang membuat kejadian ini demikian terkenang, karena di restoran ini
saya dan istri bertemu dengan seorang penyanyi penghibur yang demikian menghibur.

Pria dengan wajah biasa-biasa ini, hanya memainkan musik dan bernyanyi seorang diri. Modalnya, hanya sebuah gitar dan sebuah organ. Akan tetapi, ramuan musik yang dihasilkan demikian mengagumkan. Saya dan istri telah masuk banyak restoran dan kafe. Namun, ramuan musik yang dihadirkan penyanyi dan pemusik solo ini demikian menyentuh. Hampir setiap lagu yang ia nyanyikan mengundang kagum saya, istri dan banyak turis lainnya. Rasanya susah sekali melupakan kenangan manis bersama penyanyi ini. Sejumlah uang tip serta ucapan terimakasih saya yang dalam, tampaknya belum cukup untuk membayar keterhiburan saya dan istri.

Di satu kesempatan menginap di salah satu guest house Caltex Pacific Indonesia di Pekan Baru, sekali lagi saya bertemu seorang manusia mengagumkan. House boy (baca : pembantu) yang bertanggungjawab terhadap guest house yang saya tempati demikian menyentuh hati saya. Setiap gerakan kerjanya dilakukan sambil bersiul. Atau setidaknya sambil bergembira dan tersenyum kecil. Hampir semua hal yang ada di kepala, tanpa perlu diterjemahkan ke dalam perintah, ia laksanakan dengan sempurna. Purwanto, demikian nama pegawai kecil ini, melakoni profesinya dengan tanpa keluhan.

Bedanya penyanyi Sanur di atas serta Purwanto dengan manusia kebanyakan, semakin lama dan semakin rutinnya pekerjaan dilakukan, ia tidak diikuti oleh kebosanan yang kemudian disertai oleh keinginan untuk berhenti.

Ketika timbul rasa bosan dalam mengajar, ada godaan politicking kotor di kantor yang diikuti keinginan ego untuk berhenti, atau jenuh menulis, saya malu dengan penyanyi Sanur dan house boy di atas. Di tengah demikian menyesakkannya rutinitas, demikian monotonnya kehidupan, kedua orang di atas, seakan-akan faham betul dengan pidato Winston Churchill : never give up.

Anda boleh mengagumi tulisan ini, atau juga mengagumi saya, tetapi Anda sebenarnya lebih layak kagum pada penyanyi Sanur dan house boy di atas. Tanpa banyak teori, tanpa perlu menulis, tanpa perlu menggurui, mereka sedang melaksanakan profesinya dengan prinsip sederhana : jangan pernah berhenti.

Saya kerap merasa rendah dan hina di depan manusia seperti penyanyi dan pembantu di atas. Bayangkan, sebagai onsultan, pembicara publik dan direktur sebuah perusahaan swasta, tentu saja saya berada pada status sosial yang lebih tinggi dan berpenghasilan lebih besar dibandingkan mereka. Akan
tetapi, mereka memiliki mental never give up yang lebih mengagumkan.

Kadang saya sempat berfikir, jangan-jangan tingkatan sosial dan penghasilan yang lebih tinggi, tidak membuat mental never give up semakin kuat. Kalau ini benar, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang bakso, satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-guru sejati kita.

Jangan-jangan pidato inspiratif Winston Churchill - sebagaimana dikutip di awal - justru diperoleh dari guru-guru terakhir.

sumber : dyanamicsconsulting.com

 
  Print

 
 

© Copyright 2017
www.hwionline.com
Powered by : PT. Health Wealth International